Papa..

Setelah kemarin saya terima wacana dari teman tentang betapa berartinya  Mama, sekarang saya dapat wacana lagi tentang berartinya Papa…saya coba share lagi disini yaa…;)

_______________________________________00_______________________________________________

Bagi seseorang yang sudah dewasa, yang sedang  jauh dari orang tua, akan sering merasa kangen dengan mamanya, bagaimana dengan papa/ayah?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaan setiap hari. Tapi tahukah kamu, jika ternyata ayahlah yang mengingatkan mama untuk meneleponmu?

Saat kecil, mamalah yang lebih sering mendongeng. Tapi tahukah kamu bahwa sepulang ayah bekerja dengan wajah lelah, beliau selalu menanyakan apa yang kamu lakukan seharian.

Saat kamu sakit batuk/ pilek, ayah kadang membentak “SUDAH DIBILANG! JANGAN MINUM ES!” Tapi tahukah kamu bahwa ayah khawatir?

Ketika kamu remaja, kamu menuntut untuk dapat izin keluar malam. Ayah dengan tegas berkata “TIDAK BOLEH!” Sadarkah kamu bahwa ayah hanya ingin menjagamu? Karena bagi ayah, kamu adalah “sesuatu” yang sangat berharga.

Saat kamu bisa lebih dipercaya, ayahpun melonggarkan peraturannya. Kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan ayah adalah menunggu di ruang tamu dengan sangat khawatir. Ketika kamu dewasa, dan harus kuliah di kota lain, Ayah harus melepasmu. Tahukah kamu bahwa badan ayah terasa kaku untuk memelukmu? Dan ayah sangat ingin menangis. Di saat kamu memerlukan ini-itu, untuk keperluan kuliahmu, ayah hanya mengernyitkan dahi. Tapi tanpa menolak beliau memenuhinya. Saat kamu diwisuda, Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan bertepuk tangan untukmu. Ayah akan tersenyum dan bangga.

Sampai ketika teman pasanganmu datang untuk meminta izin mengambilmu dari ayah. Ayah akan sangat berhati-hati dalam memberi izin. Dan akhirnya.. Saat ayah melihatmu duduk di pelaminan bersama seseorang  yang dianggapnya pantas, ayah pun tersenyum bahagia. Apa kamu tahu, bahwa Ayah sempat pergi ke belakang dan menangis? Ayah menangis karena ayah sangat bahagia. Dan iapun berdoa “Ya Tuhan, tugasku telah selesai dengan baik. Bahagiakanlah, putra/i kecilku yang manis bersama pasangannya”. Setelah itu ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya, yang sesekali datang untuk menjenguk. Dengan rambut memutih dan badan yang lemah untuk menjagamu.

I LOVE U, AYAH

_______________________________________00___________________________________________________

Dari wacana diatas, sekiranya temen2 sudah membacanya, tidak ada salahnya mulai sekarang untuk bisa meluangkan waktu untuk orang tua di sela-sela kesibukan kita yaa…;)

Salam manis…

Mama..

Kemarin, saya sempat dikirimi sesuatu hal tentang mama, dan saya coba share disini…

——————————–00——————————-

Mama melahirkan kita sambil menangis kesakitan

Masihkah kita menyakitinya?

Masih mampukah kita tertawa melihat penderitaannya?

Mencaci makinya?

Melawannya?

Memukulnya?

Mengacuhkannya?

Meninggalkannya?

Mama tidak pernah mengeluh membersihkan kotoran kita waktu masih kecil,

Memberikan ASI waktu kita bayi,

Mencuci celana kotor kita,

Menahan derita,

Menggendong kita sendirian..

Disaat mamamu tidur, coba kamu lihat matanya dan bayangkan matanya takkan terbuka untuk selamanya

Tangannya tak dapat hapuskan airmatamu dan tiada lagi nasihat yang sering kita abaikan..

Bayangkan mamamu sudah tiada..

Apakah kamu cukup membahagaikannya..

Apakah kamu pernah berfikir betapa besar pengorbanannya semenjak kamu berada di dalam perutnya..

——————–00————————-

Tanpa kita sadari, jasa seorang Mama sangatlah besar ya..saat saya membacanya, sejenak saya merenung..apa yang sudah saya beri untuk Mama? Bentuk kebahagiaan apa yang sudah saya beri untuk Mama? Doa saya dalam hati,

Ya Allah, panjangkanlah Umurnya, berilah kesehatan selalu untuk mama, serta lindungilah selalu..Aminn..

Disini saya mencoba untuk berbagi, walaupun saya belum bisa menjadi seorang ibu, namun suatu saat saya BISA.,Insya Allah..

Yukk buat teman2 yang membaca ini, mari kita hormati Ibu kita, berbagilah kebahagiaan untuknya, luangkan waktu  sejenak untuk bersamanya, dengar apa yang dikatakannya, walaupun kadang tidak sejalan tapi sampaikanlah hal tersebut dengan kata santun..begitu pula kepada Ayah kita.

Dan untuk teman2 pembaca yang sudah menjadi Bunda, ucapan selamat dan bahagia saya sampaikan..

Berbahagialah!! karena menjadi seorang Bunda adalah suatu anugerah yang tidak ternilai, bisa menjadi panutan bagi anak-anak, bisa mengajari suatu hal yang baik, bisa bersenda gurau saat sepi terasa..jadikanlah teman2 Bunda sebagai partener bagi anak2 Bunda..Subhanalloh..

Bagi teman2 pembaca yang mungkin saat ini sedikit senasib dengan saya, saat kita belum bisa menjadi Bunda,  banyak hal yang harus kita syukuri. Minimal dengan mempunyai Pasangan, bahagiakanlah pasangan kita seperti layaknya menjadi seorang Bunda..bisa menjadi tempat untuk berbagi, mendengar keluh hatinya, bercanda, bercengkerama, dan menjadi partner yang baik tentunya..jadi Syukurilah apa yang sudah kita dapatkan..

Sedikit tulisan ini saya persembahkan untuk Mama dan Papa serta suamiku tersayang, I Love U..

#..Ingin rasanya bisa menjadi anak yang berbakti kepada orangtua, dan bisa membahagiakanmu wahai suamiku…#

Jumat, 25 Juni 2010

Saat merenung di meja kantorku