Makkah, Jumat 16 April 2010
Sekitar pukul 03.30 WAS, rombongan jemaah dibangunkan untuk melaksanakan Thawaf Sunat, Sholat Sunat di Hijr Ismail, Dzikir, Shalat Tahajjud, Berdoa, Sholat Shubuh..aktifitas yang padat tapi menyenangkan hingga sekitar jam 06.00 WAS waktu sarapan tiba..sekali lagii, sarapan yang enakkk sesuai lidahku..;)
Akhirnya sekitar jam 06.30 WAS kami berkumpul untuk melaksanakan Ziarah ARMINA..
Ziarah pertama kami berkesempatan untuk mengunjungi…
Jabal Tsur
Arofah/ Jabal Rohmah
Mudzalifah
Mina
Mesjid Ji’ronah
(Mengambil Miqot di Mesjid ini untuk Umroh Sunnah)
Jabal Nur/ Gua Hiro
Ma’la
Mesjid Jin
hingga sekitar pukul 11.00 WAS, kami kembali ke hotel untuk bersiap-siap melaksanakan shalat Jumat. Walaupun saat ceramah, saya tidak tahu apa bahasannya, saya tetap berusaha fokus dengan permohonan dan doa saya, dan Subhanalloh lagi-lagi disini saya sangat takjub karena dikelilingi banyak BAYI yang lucu. Sungguh, tangisan mereka membuat saya merinding dan secara tidak sadar saya menangis, sambil bersujud “Ya Allah, izinkan hamba menjadi Bunda yang bisa menjadi panutan dari keturunan yang Sehat, Sholeh dan Sholehah”..Aminn
Sekitar jam 14.30 WAS saya bersiap untuk melaksanakan Umroh Sunnah, yang tadi mengambil miqotnya di Mesjid Ji’ronah. Kali ini saya hadiahkan untuk Nenek almarhumah saya tercinta..saat pelaksanaannya lagi-lagi air mata saya jatuh, dan tidak kuasa menahan tangis. Saya teringat Nenek yang sangat saya sayangi. Kepergian beliau rasanya saya rasakan baru kemarin. Senyum dan tawa candanya membayangi mata saya.. Ya Allah, smoga nenek ditempatkan di tempat yang baik di sisi-Mu, aminn..
Dan Subhanalloh, saat pelaksanaan Sholat Shubuh hari ke-3 di kota Makkah, saya secara tidak sadar bersebelahan dengan seorang Nenek, jemaah dari Malaysia..awalnya saya mengucapkan salam untuk nenek itu, lalu setelah sedikit berbincang dengan bahasa yang sebetulnya kurang dapat saya pahami karena Nenek tersebut menggunakan bahasa daerah, lama kelamaan tanpa saya sadari, saya amati raut wajahnya mirip dengan almarhumah Nenek, Ya Allah…terimakasih. Percaya atau tidak Nenek tersebut memegang tangan saya lalu memijat tangan dan punggung saya, yang ciri khas cara memijatnya mirip sekali dengan Nenek. Terimakasih ya Nek..*sambil lagi-lagi saya menangis haru*..Subhanalloh, terimakasih Ya Allah..sedikit obat kangen bertemu dengan Nenek telah Kau berikan..
Apa yang saya tulis disini, adalah pengalaman pribadi yang menjadi suatu hal seolah terjadi kejadian-kejadian ajaib yang saya rasakan, disadari atau tidak bisa dialami sesuai dengan doa dan niat hati.. Subhanalloh
























